Toksoplasma

Post image of Toksoplasma
Filed in Ibu , Istimewa , Kehamilan 0 comments
Artikel ini
dipersembahkan
Oleh
Siklus Hidup Toxoplasma

Siklus Hidup Toxoplasma

Parasit Toksoplasma ada dimana-mana dan dapat menyerang siapa saja. Serangan toksoplasma pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran pada janin hingga janin lahir cacad.

Toksoplasma adalah penyakit yang diakibatkan oleh parasit Toksoplasma Gondii yang dapat ditularkan lewat beberapa media seperti lewat binatang peliharaan, lalat, makanan setengah matang ( sate, telor setengah matang ), buah-buahan dan sayuran yang tercemar Oosit Toksoplasma, salah satu bentuk Toksoplasma yang dapat menimbulkan infeksi.

Toksoplasma dalam bentuk Tachizoit terdapat dalam cairan tubuh seperti darah, air liur, dan cairan sperma, yang mampu ditularkan oleh serangga lewat gigitan. Tachizoit pun bisa bersarang di calon telur atau kelenjar susu sehingga tidak menutup kemungkinan telur dan air susu pun bisa tertular Toksoplasma. Penularan juga bisa terjadi lewat transfusi darah atau transplantasi organ yang membawa Kista Toksoplasma. Cangkok jantung, ginjal, dan hati bisa menjadi ajang penularan Toksoplasma.

Pada dasarnya manusia kebal terhadap infeksi Toksoplasma. Walaupun terinfeksi tidak menimbulkan gejala penyakit jika tubuh dalam kondisi kekebalan tubuh bagus.. Tapi bila kondisi kekebalan tubuh menurun maka parasit toksoplasma akan menimbulkan gejala penyakit. Kekebalan tubuh akan menurun jika kita dalam keadaan stress, kekurangan gizi, kelelahan, dll.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian, sebanyak 17% janin terinfeksi pada trimester pertama, 24% pada trimester kedua, dan 62% pada trimester ketiga

 

Akibat yang dapat ditimbulkan pada janin yang yang terserang virus toksoplasma :

  • Mengalami keguguran
  • Mengalami kelahiran dini
  • Mengalami gangguan penglihatan hingga kebutaan
  • Mengalami gangguan pendengaran
  • Mengalami gangguan sistemik seperti pucat, demam, pembesaran hati dan linpa atau pendarahan.
  • Mengalami gangguan pada syaraf dapat mengakibatkan keterlambatan dalam perkembangan mental dan bicaranya.
  • Mengalami Encephalus ( tidak memiliki tulang tengkorak )
  • Mengalami Hydrocephalus ( pembesaran kepala )

 

Kabar baiknya toksoplasma dapat  diobati, dengan pemeriksaan dan pengobatan secara dini, penularan pada bayi  bisa ditekan seminimal mungkin. Pengobatan dini yang tepat saat awal kehamilan akan menurunkan secara signifikan kemungkinan janin terinfeksi.

Biasanya dokter akan memberikan Spiramycin atau Pyrimethamine plus Sulfadiazine pada ibu hamil yang terinfeksi toksoplasma.

 

Gejala mengidap toksoplasma

  • Dalam kondisi fit 80% penderita tidak menunjukkan gejala.
  • Dalam kondisi kekebalan tubuh menurun, maka gejalanya hampir sama dengan infeksi influenza yaitu  berupa rasa lelah, flu, nyeri kepala, sakit tenggorokan, demam, pembesaran kelenjar getah bening, hati, limfa, dan gangguan pada kulit. Gejalanya biasanya ringan dan sembuh sendiri dalam beberapa bulan. Kebanyakan orang akan menganggap bahwa dia terkena flu ringan dan tidak perlu pergi ke dokter.
  • Jika toksoplasma menginfeksi pasien dengan daya tahan tubuh rendah seperti penderita TBC, HIV/AIDS atau bayi. Maka akibatnya bisa fatal. Jika parasit menginfeksi bagian mata, pasien bisa mengalami gangguan penglihatan, mulai dari pandangan kabur, kerusakan retina sampai kebutaan.
  • Jika infeksi terjadi pada jantung dapat mengakibatkan kerusakan katup jantung. Infeksi pada jaringan syaraf dan otak menimbulkan berbagai gejala yaitu sakit kepala, rasa baal (mati rasa) sebagian anggota tubuh hingga menimbulkan kejang-kejang yang berujung pada kematian.

 

Cara mendeteksi kehadiran virus toksoplasma adalah dengan melakukan tes laboratorium yang disebut TORCH. Yaitu pemeriksaan melalui 4 jenis tes, parasit Toxoplasma, virus Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan virus Herpes. Masing-masing ada tes IgM dan IgG nya.

 

Cara mencegah terinfeksi virus toksoplasma  :

  • Periksa kesehatan pranikah untuk memastikan Anda dan pasangan benar-benar sehat.
  • Periksa kesehatan ketika merencanakan kehamilan, supaya dapat segera diambil tindakan pencegahan jika terjadi toksoplasmosis atau infeksi lainnya.
  • Konsumsi daging yang benar-benar matang atau tidak ada lagi bagian yang berwarna merah muda. Daging yang dibekukan (disimpan dalam freezer) selama beberapa hari, daging asap, biasanya tidak mengandung tokso, tetapi sebaiknya tetap dimasak sebelum disantap.
  • Termometer daging yang anda masak atau rebus. Minimal harus menunjukan 70º C. [Kista ini di lingkungan dapat hidup sampai beberapa bulan, dan dia tahan terhadap desinfektan, freezing, and drying. Tetapi dia akan mati pada suhu 70 derajat C dalam 10 menit].
  • Minum susu yang sudah dimasak atau dipasteurisasi.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat setelah mengolah daging. Cuci juga peralatan memasak seperti pisau, talenan, dan mangkuk bekas tempat daging mentah, sampai benar-benar bersih.
  • Cuci buah-buahan dan sayuran dengan air mengalir yang bersih.
  • Hati-hati bila menyantap lalapan di warung makan. Pastikan lalapan tersebut sudah dicuci.
  • Kupas buah-buahan sebelum dimakan.
  • Minum air yang bersih dan matang.
  • Hindari kontak langsung dengan kotoran binatang.
  • Kenakan sarung tangan ketika berkebun atau berkegiatan dengan tanah liat yang mungkin terkontaminasi kotoran hewan. Bersihkan peralatan berkebun sesudahnya.
  • Periksakan hewan peliharaan secara teratur ke dokter hewan.
  • Bersihkan kandang hewan peliharaan setiap hari karena Oosit ( telor toksoplasma ) sangat menular dengan berjalannya waktu. Gunakan sarung tangan ketika membersihkan kandang hewan peliharaan dan cuci tangan setelahnya.
  • Jika Anda sedang hamil lakukan pemeriksaan rutin untuk menghindari dan mengatisipasi jika terkena toksoplasma.

 

 

Posted by admin   @   26 November 2012 0 comments
Tags : , ,
Previous Post
«
Next Post
»

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Leave a Comment with your Facebook
© 2011-2013 AnakIbu.com. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Design by Hary Purnomo (www.haryp.com)