Toksoplasma ada dimana-mana dan dapat menyerang siapa saja. Serangan toksoplasma pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran pada janin hingga janin lahir cacad. Serangan toksoplasma pada pasien TBC atau HIV/AIDS dapat berakibat fatal.
Toksoplasma adalah penyakit yang diakibatkan oleh parasit Toksoplasma Gondii yang dapat ditularkan lewat beberapa media seperti lewat binatang peliharaan, serangga, makanan setengah matang ( sate, telor setengah matang ), buah-buahan dan sayuran yang tercemar oosit toksoplasma.
Toksoplasma dalam bentuk tachizoit terdapat dalam cairan tubuh seperti darah, air liur, dan cairan sperma, yang mampu ditularkan oleh serangga lewat gigitan. Tachizoit pun bisa bersarang di calon telur atau kelenjar susu sehingga tidak menutup kemungkinan telur dan air susu pun bisa tertular toksoplasma. Penularan juga bisa terjadi lewat transfusi darah atau transplantasi organ yang membawa Kista Toksoplasma. Cangkok jantung, ginjal, dan hati bisa menjadi ajang penularan Toksoplasma.
Pada dasarnya manusia kebal terhadap infeksi Toksoplasma. Walaupun terinfeksi tidak menimbulkan gejala penyakit jika tubuh dalam kondisi kekebalan tubuh bagus.. Tapi bila kondisi kekebalan tubuh menurun maka parasit toksoplasma akan menimbulkan gejala penyakit. Kekebalan tubuh akan menurun jika kita dalam keadaan stress, kekurangan gizi, kelelahan, dll.
Berdasarkan beberapa hasil penelitian, sebanyak 17% janin terinfeksi pada trimester pertama, 24% pada trimester kedua, dan 62% pada trimester ketiga
Akibat yang dapat ditimbulkan pada janin yang yang terserang virus toksoplasma :
Kabar baiknya toksoplasma dapat diobati, dengan pemeriksaan dan pengobatan secara dini, penularan pada bayi bisa ditekan seminimal mungkin. Pengobatan dini yang tepat saat awal kehamilan akan menurunkan secara signifikan kemungkinan janin terinfeksi.
Biasanya dokter akan memberikan Spiramycin atau Pyrimethamine plus Sulfadiazine pada ibu hamil yang terinfeksi toksoplasma.
Gejala mengidap toksoplasma
Jika toksoplasma menginfeksi pasien dengan daya tahan tubuh rendah seperti penderita TBC, HIV/AIDS atau bayi. Maka akibatnya bisa fatal. Jika parasit menginfeksi bagian mata, pasien bisa mengalami gangguan penglihatan, mulai dari pandangan kabur, kerusakan retina sampai kebutaan.
Jika infeksi terjadi pada jantung dapat mengakibatkan kerusakan katup jantung. Infeksi pada jaringan syaraf dan otak menimbulkan berbagai gejala yaitu sakit kepala, rasa baal (mati rasa) sebagian anggota tubuh hingga menimbulkan kejang-kejang yang berujung pada kematian.
Cara mendeteksi kehadiran virus toksoplasma adalah dengan melakukan tes laboratorium yang disebut TORCH
. Yaitu pemeriksaan melalui 4 jenis tes, parasit Toxoplasma, virus Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan virus Herpes. Masing-masing ada tes IgM dan IgG nya.
Cara mencegah terinfeksi virus toksoplasma :