Tanda-tanda Kehamilan

Filed in Ibu , Kehamilan 0 comments
Artikel ini
dipersembahkan
Oleh

Tidak mudah mengetahui apakah seorang ibu sedang hamil atau tidak kecuali setelah dilakukan tes kehamilan.

Ada beberapa tanda yang bisa dijadikan alat bantu untuk mendeteksi kehamilan :

Terlambat datang bulan

Pada wanita yang haidnya teratur, terlamba datang bulan bisa menjadi tanda jika sudah terjadi kehamilan.

Bercak merah jambu

Umumnya terjadi 8 – 10 hari setelah ovulasi. Bercak timbul karena benih tertanam di uterus. Muncul diluar jadwal haid.

Bentuk payudara berubah

  • Tiga minggu setelah pembuahan payudara dan putih menjadi lebih lembut.
  • Payudara terasa lebih membengkak seperti ketika akan haid, hal ini terjadi karena kelenjar air susu sedang mempersiapkan ASI.
  • Putting payudara dan daerah sekitarnya berwarna lebih gelap.

Kram perut

  • Diawal kehamilan ibu sering mengalami kram perut hingga trimester kedua, karena uterus ( rahim ) belum berada diposisi yang tepat dan tersangga dengan baik oleh tulang panggul.
  • Kontraksi rahim sering terjadi ketika orgasme atau perubahan posisi.

Sering buang air kecil

  • Terjadi peningkatan sirkulasi darah dan terjadinya tekanan pada saluran urin oleh rahim sehingga ibu sering ingin buang air kecil.
  • Jangan kurangi minum sekalipun sering ingin buang air kecil.

Ngidam atau ngemil

Diawal kehamilan dorongan untukngemil atau makan jenis makanan tertentu sering terjadi pada sebagian ibu hamil.

Sembelit

Hormon yang terbentuk selama kehamilan menyebabkan usus lebih lambat bekerja yang menyebabkan sembelit.

Mual dan muntah

  • Timbul rasa mual dan ingin muntah, umumnya terjadi di pagi hari tapi tidak selalu demikian karena rasa mual bisa timbul kapan aja.
  • Perubahan hormon dalam tubuh dapat memicu rasa mual hanya karena mencium aroma tertentu.
  • Umumnya terjadi pada trimester pertama saja.

Meningkatnya suhu tubuh

Biasanya terjadi sekitar seminggu setelah terjadi pembuahan. Ibu yang baru pertama kali hamil sebaiknya mengumpulkan info seputar kehamilan sebagai persiapan untuk menjalani proses kehamilan pertamanya. Namun lebih baik lagi jika ibu sudah mempersiapkan diri sebelum kehamilan terjadi (prakonsepsi ).

Posted by admin   @   29 October 2011 0 comments
Tags : , , , , , , ,
Previous Post
«
Next Post
»

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Leave a Comment with your Facebook
© 2011-2013 AnakIbu.com. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Design by Hary Purnomo (www.haryp.com)