Hiponatremia atau Keracunan Air

Filed in Kesehatan 0 comments
Artikel ini
dipersembahkan
Oleh

Hiponatremia adalah keadaan dimana jumlah natrium dalam darah rendah / kurang. Natrium berfungsi mengatur jumlah air di dalam darah dan sel-sel tubuh.

Ketika tubuh mengalami hipomatremia maka sel-sel dalam tubuh mulai membengkak karena kelebihan cairan didalam tubuh. Pembengkakan sel-sel tubuh ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mulai dari yang ringan, berat hingga kematian.


Menurut etiloginya, hiponatremia ada beberapa  jenis. Etilogi ini diperlukan untuk menetukan tindakan pengobatan yang tepat.

  • Hipertonik hiponatremi : Jumlah sodium atau natrium dalam tubuh normal.
  • Normotorik hiponatremi :  jumlah sodium dalam plasma menurun tapi jumlah sodium dalam air plasma dan osmolalitas plasma tidak berubah.
  • Hipotonik hiponetremi :  ketidakmampuan ginjal dalam menangani eksresi air untuk menyesuaikan dengan asupan oral.

Menurut waktunya hiponatremia dapat dibedakan menjadi 2 :

Hiponatremia Akut

Jangka waktunya tidak lebih dari 48 jam, bahaya utamanya adalah terjadi pembengkakan di otak, pengobatan harus segera dilakukan untuk meminimalkan kerusakan pada otak.

Hiponatremia Kronik

Jumlah cairan yang masuk melebihi kemampuan ginjal untuk membuangnya.

Hiponatremia dapat terjadi pada :

  • Orang yang melakukan terapi air
  • Atlet yang mengkonsumsi terlalu banyak air setelah bertanding
  • Pasien gagal jantung
  • Pasien sirois hati
  • Orang yang kelenjar adrenalnya tidakberfungsi ( natrium dikeluarkan dalam jumlah sangat banyak )
  • Pasien  Syndrome of Inappropriate Secretion of Antidiuretik Hormone (SIADH) memiliki konsentrasi natrium yang rendah karena kelenjar hipofisa di dasar otak mengeluarkan terlalu banyak hormon antidiuretik. Hormon antidiuretik menyebabkan tubuh menahan air dan melarutkan sejumlah natrium dalam darah.

Gejala Hiponatremia :

Beratnya gejala tergantung dari kecepatan menurunnya kadar natrium dalam darah.

 

Jika natrium menurun secara pelahan maka gejalanya :

  • Ngantuk
  • Kebingungan

 

Jika natrium menurun dalam waktu cepat, gejalanya :

  • Kesadaran menurun
  • Kejang
  • Koma
  • Stroke

 

Pengobatan :

  • Pasien diberikan cairan entravena untuk meningkatkan kadar natrium dalam darah secara perlahan.
  • Pada kasus SIADH pasien diberikan demeclocycline atau diuretik thiazide untuk mengurangi efek hormon antidiuretik terhadap ginjal
Posted by admin   @   12 May 2013 0 comments
Tags : , , , , , , ,
Previous Post
«
Next Post
»

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Leave a Comment with your Facebook
© 2011-2013 AnakIbu.com. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Design by Hary Purnomo (www.haryp.com)