Pre-eklamsia pada Ibu Hamil

Post image of Pre-eklamsia pada Ibu Hamil
Filed in Kehamilan 0 comments
Artikel ini
dipersembahkan
Oleh

Pre eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai peningkatan protein pada urine (proteinurina) dan/atau pembengkakan (edema) setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan.

Sedangkan eklampsia sendiri adalah kondisi lanjutan dari pre eklampsia yang tidak teratasi dengan baik. Selain mengalami gejala preeklampsia, pada wanita yang terkena eklampsia juga sering mengalami kejang kejang. Eklampsia dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian pada saat sebelum persalinan, persalinan atau sesudah persalinan.

Resiko pre-eklamsia meningkat pada ibu yang :

  • Hamil pertama kali
  • Hamil pertama sebelum usia 20 tahun
  • Hamil diusia 35 tahun ke atas
  • Riwayat tekanan darah tinggi yang khronis sebelum kehamilan.
  • Riwayat mengalami preeklampsia sebelumnya.
  • Riwayat preeklampsia pada ibu atau saudara perempuan.
  • Kegemukan.
  • Mengandung lebih dari satu orang bayi.
  • Riwayat kencing manis, kelainan ginjal, lupus atau rematoid arthritis.

 

Gejala pre-eklamsia:

  • Bengkak pada kaki dan tangan
  • Protein pada urine : secara kuantitatif lebih 0,3 gr/liter dalam 24 jam atau secara
    kualitatif positif 2 (+2).
  • Hipertensi : yaitu hipertensi yang terjadi karena kehamilan (tidak punya riwayat hipertensi, baru mengalami hipertensi setelah 20minggu kehamilan)
  • Berat badan yang meningkat secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh.
  • Nyeri perut.
  • Sakit kepala yang berat.
  • Perubahan pada refleks.
  • Penurunan produksi kencing atau bahkan tidak kencing sama sekali.
  • Ada darah pada air kencing.
  • Pusing.
  • Mual dan muntah yang berlebihan.

 

Apabila mengalami gejala gejala tersebut, disarankan segera memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut, dokter akan melakukan penanganan mulai dari nasehat memperbaiki pola makan (diet), menambah waktu istirahat, sampai pada penanganan dengan obat obatan

Hingga saat ini penyebab pre-eklamsia belum diketahui secara pasti sehingga belum bisa diambil tindakan pencegahannya.

 Ada beberapa hal yang dianggap sebagai penyebab preeklamsian :

  • Adanya kelainan pada aliran darah yang menuju rahim
  • Kerusakan pada pembuluh darah
  • Ada masalah dengan system ketahanan tubuh
  • Pola makan yang salah selama kehamilan

Ibu hamil yang mengalami pre-eklamsia dianjurkan untuk melakukan tes stress pada janin dengan mengikuti denyut nadi dan pergerakan janin dalam rahim.

Komplikasi yang mungkin timbul akibat pre-eklamsia :

  • Eklamsia

Bila pre-eklamsia tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan eklamsia. Bila tidak ditangani secara benar maka eklamsia dapat menyebabkan beberapa organ tubuh ibu mengalami kerusakan permanen seperti kerusakan pada otak, hati dan ginjal.

  • Plasenta lepas

Pre-eklamsia menyebabkan resiko lepasnya plasenta dari rahim yang mengakibatkan pendarahan hebat dan sangat berbahaya bagi ibu maupun janin.

  • HELLP

Hemolyssi (perusakan sel darah merah)

Elevated Liver enzym ( meningkatnya kadar enzim dalam hati )

Low Platelet count ( rendahnya jumlah sel darah dalam keseluruhan darah).

Gejalanya, pening dan muntah, sakit kepala serta nyeri perut atas.

  • Berkurangnya aliran darah menuju plasenta

Terganggunya aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke plasenta dapat mengakibatkan pertumbuhan janin melambat dan bayi lahir dengan berat kurang.

 

Tindakan yang bisa dilakukan pada ibu hamil yang mengalami pre-eklamsia :

  • Bila memungkinkan segera dilakukan persalinan lewat operasi Caesar
  • Mengkonsumsi obat hipertensi sesuai dengan anjuran dokter
  • Bed rest / istirahat
Posted by admin   @   6 November 2011 0 comments
Tags : , , , , , , , , ,
Previous Post
«
Next Post
»

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Leave a Comment with your Facebook
© 2011-2013 AnakIbu.com. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Design by Hary Purnomo (www.haryp.com)