Herpes pada Ibu Hamil

Filed in Kehamilan 0 comments
Artikel ini
dipersembahkan
Oleh

Selama masa kehamilan, daya tahan  ibu cenderung mengalami penurunan sehingga rentan terserang berbagai penyakit seperti influenza maupun TORCH (toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes simpleks). Padahal, selama kehamilan  calon ibu dituntut untuk menjaga stamina agar tetap prima agar janin yang dikandungnya dapat tumbuh optimal.

Infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil dapat membahayakan janin yang dikandungnya karena virus dapat menembus plasenta dan menjangkiti janin. Resiko jadi semakin besar karena infeksi TORCH gejala klinisnya seringkali tidak  jelas, sekalipun tampak biasanya tidak berbeda jauh dengan gejala ketika seorang ibu terinfeksi virus influenza. Oleh karena itu pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu mengetahui apakah ibu terinfeksi TORCH atau tidak.

 

Berdasarkan bagian tubuh yang diserang, dapat dibedakan sebagai herpes genitalis, herpes gestationis, herpes simpleks dan herpes zoster.

Herpes Genitalis

Herpes genetalis menyerang daerah sekitar kelamin. Penyebabnya adalah virus Herpes Simpleks yakni jenis Herpesvirus Hominis tipe II. Penularannya melalui hubungan seksual. Masa inkubasinya 4 – 7 hari.

Virus ini dapat menembus plasenta dan menginfeksi janin yang dapat mengakibatkan rusaknya organ janin terutama system saraf dan penlihatan hingga kematian.
Pada wanita gejala itu sulit terdeteksi karena letaknya tersembunyi. Herpes genitalis pada wanita biasanya menyerang bagian labia majora, labia minora, klitoris, malah acap kali leher rahim (serviks). Gejala awal penyakit ini berupa keadaan mati rasa atau gatal pada alat kelamin, rasa panas atau rasa terbakar saat buang air kecil dan terkadang mengeluarkan nanah dari kemaluan. Ibu juga merasa sakit kepala, demam, sakit pada otot dan pembengkakkan kelenjar pada paha. Setelah 10 hari kemudian muncul gelembung atau lepuhan-lepuhan pada kulit yang bergerombol dengan ukuran sama besar. Vesikel ( gelombang ) yang berisi cairan ini mudah pecah sehingga menimbulkan luka yang melebar. Bahkan ada kalanya kelenjar getah bening di sekitarnya membesar dan terasa nyeri bila diraba.
Berbeda dengan penyakit kelamin lainnya seperti gonore atau sifilis yang dapat disembuhkan dengan antibiotik. Herpes genitalis bersifat laten, mampu bersembunyi pada sel-sel saraf dekat tulang belakang dan akan kambuh kembali jika penderita mengalami gangguan emosional, kurang tidur dan pola makannya buruk atau terserang infeksi saluran penafasan bagian atas (ISPA) serta  melakukan hubungan seksual pada masa haid.

 

Janin dapat terinfeksi virus herpes dengan beberapa cara:

Rusaknya ketuban yang membungkus bayi karena suatu hal.

Pada saat persalinan bayi bisa menelan atau mengirup cairan pada jalan lahir, dan bakteri atau virus bisa masuk ke dalam tubuhnya. Ibu yang terjangkit virus herpes disarankan melahirkan lewat operasi Caesar.

Bayi juga dapat terinfeksi virus melalui plasenta yang memasok nutrisi dan oksigen baginya selama di dalam kandungan.

 

Herpes Gestationis

Penyakit herpes gestationis  hanya menyerang wanita yang hamil muda.

 

Gejala yang menjadi cirri  penyakit ini adalah munculnya  gelembung pada kaki dan perut. Sekalipun tergolong herpes namun penyakit ini tidak mengakibatkan kecacatan pada janin.

Herpes gestationis dapat diobati dengan memberikan obat yang mengandung kortikosteroid.  Pemberian obat jenis ini harus dalam pengawasan dokter karena dapat menyebabkan keguguran pada janin.

Umumnya gelembung air pada kulit di sekitar kaki dan perut akan hilang dengan sendirinya setelah ibu melahirkan. Meskipun demikian, ibu yang pernah mengidap penyakit herpes jenis ini sebaiknya melakukan pemeriksaan apabila menginginkan kehamilan lagi sebab seperti herpes lainnya, Herpes Gestationis pun bersifat laten dan suka kambuh.

 

Herpes Simpleks

Penularan herpes simpleks terjadi melalui kontak langsung dengan kulit yang melempuh atau melalui cairan yang keluar dari  kulit yang melepuh atau melalui kontak seksual pada orang dewasa. HSV 1 juga bisa ditularkan melalui kontak sosial pada masa anak-anak. Prevelansi HSV 2 lebih tinggi pada kelompok HIV positif dan mereka yang melakukan hubungan seks tanpa kondom.

Virus herpes simpleks terdiri dari 2 jenis, yaitu herpes simplex 1 (HSV-1) dan herpes simplex virus 2 (HSV 2). HSV1 umumnya menyerang kulit dan selaput lendir mukosa di mata, mulut, hidung dan telinga sedangkan HSV2 biasanya menyerang kulit dan selaput lendir pada alat kelamin dan perianal.

Pada kulit HSV1 membentuk verikel-verikel kecil sedangkan HSV2 membentuk verikel-verikel besar, tebal dan terpusat.

Gejala klinis HSV1 mirip gejala flu yang disertai bisul atau borok yang timbul di sekitar mulut. Sedangkan HSV2 merupakan penyebab utama herpes genitalis, berupa lepuh-lepuh pada kelamin yang terasa menyakitkan. Obat anti virus acylovir dalam kondisi tertentu dapat membantu meringankan rasa sakit.

Untuk wanita hamil yang terjangkit HSV2 harus ditangani secara serius karena virus ini dapat menembus plasenta dan dapat menimbulkan kerusakan pada organ janin hingga menyebabkan kematian.

 

Herpes Zoster

Penderita penyakit herpes zoster akan merasakan sakit yang hebat sebab virus ini selalu menginfeksi sejumlah jaringan saraf. Seperti herpes lainnya, gejala awalnya berupa gelembung-gelembung kecil berisi cairan bening yang muncul secara tiba-tiba di sekitar punggung, dada, leher atau wajah.

Virus penyebab Herpes Zoster sama dengan virus penyebab cacar air, yaitu virus varicella-zoster. Oleh sebab itu penyakit ini sering disebut sebagai stadium ke dua dari cacar air, sekalipun ketika kanak-kanak pernah terjangkit tak menutup kemungkinan terjangkit  kembali ketika dewasa.

 

Cara menanggulangi virus herpes

Sampai saat ini obat pembasmi virus herpes belum diketemukan namun pemberian obat semacam acyclovir ( biasanya digunakan untuk mengobati cacar air)  bagi penderita herpes sangat  membantu mengurangi rasa sakit yang ditimbulkannya.  Obat ini dapat mengurangi pembentukan lepuhan akibat gelembung-gelembung berair dan mempercepat penyembuhan lepuhan dan mengurangi penyebaran ke bagian tubuh lainnya.

Pencegahan secara khusus untuk penyakit herpes adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh seorang ibu hamil sampai saat kelahiran tiba dengan cara mengkonsumsi makanan bergisi lengkap, menerapkan pola hidup bersih dan beristirahat dengan cukup.

 

Posted by admin   @   12 November 2012 0 comments
Tags : , ,
Previous Post
«
Next Post
»

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Leave a Comment with your Facebook
© 2011-2013 AnakIbu.com. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Design by Hary Purnomo (www.haryp.com)