Cacar Air pada Ibu Hamil

Filed in Ibu , Kehamilan 0 comments
Artikel ini
dipersembahkan
Oleh

Ibu hamil rentan terserang cacar air terutama pada trimester pertama karena pada trimester ini sebagian ibu hamil daya tahan tubuhnya menurun akibat rasa mual yang disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh. Karena merasa mual dan ingin muntah sebagian ibu hamil sulit untuk mengkonsumsi makanan.

bu hamil yang terserang cacar air akan mengalami gangguan dan resiko komplikasi lebih tinggi, baik bagi ibu maupun janinnya. Umumnya cacar air pada orang dewasa lebih berat dan beresiko dibandingkan cacar air pada anak-anak.

Cacar air atau chickenpox, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zooster, orang yang pernah terkena cacar air maka dalam tubuhnya akan terbangun antibody terhadap virus ini sehingga tidak akan terserang untuk kedua kalinya.

 

Gejala cacar air

  • Gejalanya sama dengan penyakit lain yang disebabkan oleh virus, demam, sakit kepala, lemas, mual dan terkadang diare.
  • Tiga sampai lima hari kemudian timbul bintik-bintik kemerahan pada kulit diserai dengan rasa gatal.
  • Bintik-bintik ini akan terisi air dalam beberapa hari sebelum akhirnya mongering,

 

Cacar air menular dengan cara :

  • Lewat udara ketika penderita bersin atau batuk.
  • Percikan ludah dari penderita.
  • Menggunakan peralatan makan yang sama dengan penderita.
  • Kontak kulit dengan penderita.
  • Masa inkubasi virus umumnya 2 minggu.

 

Hal-hal yang harus dilakukan ketika terserang cacar air :

Menjaga kebersihan tubuh

Jaga kebersihan tubuh agar tidak ada penyakit lain yang selama terserang penyakit cacar. Apakah penderita cacar air boleh mandi ? boleh, asal mengikuti arutan mandi bagi penderita cacar air :

  • Ketika suhu tubuh sudah normal dan hilang demamnya, penderita boleh mandi.
  • Keringkan tubuh dengan handuk lembut, tidak boleh digosok agar tidak ada bintik merah yang pecah. Bintik merah yang pecah dapat menimbulkan infeksi dan bekas hitam pada kulit.
  • Berikan bedak khusus anti gatal supaya penderita tidak berusaha menggaruk tubuhnya untuk menghindari ada bintik yang pecah.
  • Potong kuku dan jaga kebersihannya untuk mencegah terjadinya infeksi saat penderita menggaruk kulitnya yg menyebabkan bintik merah pecah.

Konsumsi makanan bergizi

Penyakit yang disebabkan virus hanya dapat menyerang seseorang ketika daya tahan tubuhnya lemah. Berada didekat penderita cacar air tidak selalu ketularan bila memiliki daya tahan tubuh yang bagus.

Berapa lama seseorang terserang cacar air ? tergantung daya tahan tubuhnya. Karena itu konsumsi makanan bergizi agar daya tahan tubuh segera pulih dan cacar air segera sembuh.

 

Imunisasi

Cacar air bisa dicegah dengan imunisasi tapi sampai saat ini imunisasi cacar air bukan merupakan imunisasi wajib bagi anak-anak.

Imunisasi ini dianjurkan bagi mereka yang akan mengalami resiko fatal bila terjangkit cacar air seperti penderita leukemia, sedang menjalani kemoterapi atau radiasi.

 

Komplikasi yang bisa timbul akibat penyakit cacar air

  • Radang paru ( pnemunia )
  • Radang ginjal ( nephritis )
  • Radang otot jantung ( myocarditis )
  • Radang sendi ( arthritis )
  • Radang selaput otak ( meningitis )
  • Radang otak ( encephalitis )

 

Cacar air dan ibu hamil

Jumlah ibu hamil yang terserang cacar air sangat kecil sekitar 0,05 – 0,07% saja. Untuk mengetahui apakah ibu sudah memiliki antibody terhadap virus Varicella, ibu hamil sebaiknya mendapatkan tes antibodi saat pemeriksaan pertama kehamilannya

Wanita yang pernah terjangkit cacar air atau sudah mendapat imunisasi cacar air dapat mentransfer  antibody terhadap virus ini kepada janinnya melalui plasenta jadi tidak perlu cemas akan terinfeksi saat kehamilan.

Resiko cacar air bagi janin dan ibu :

  • Cacar air yang terjadi saat trisemester pertama kehamilan terutama minggu ke 8-12, memiliki risiko sindrom varisela kongenital sebesar 2,2 persen, yaitu sindrom cacat lahir pada bayi, Kondisi paling umum adalah jaringan parut pada kulit. Kelainan lain bisa mencakup kepala, masalah mata, berat bayi lahir rendah, dan keterbelakangan mental.
  • Jika terjadi pada trimester kedua dan ketiga, cacar air umumnya tak menyebabkan kelainan bawaan. Namun ibu beresiko melahirkan bayi prematur.
  • Ibu hamil yang terjangkit cacar air beresiko lebih tinggi, 10 – 20% untuk mengidap radang paru dibandingkan mereka yang terserang saat tidak hamil.
  • Bila ibu terinfeksi seminggu sebelum melahirkan sampai 2 hari setelah persalinan, bayi dapat beresiko tertular. Cacar air yang dialami oleh bayi bisa parah karena daya tahan tubuh bayi masih lemah. Infeksi virus ini bisa menyebabkan kematian bayi sebesar 25 persen. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi cacar air beberapa hari sebelum bersalin, harus diberi VZlg (Varicella-Zozter lg) sesaat setelah lahir. Vaksin VZIG hanya efektif untuk mencegah cacar air jika disuntikkan dalam jangka waktu 96 jam setelah terpapar kasus cacar air .
  • Sementara jika bayi diserang virus varisella dalam dua minggu pertama kehidupannya harus ditangani dengan acyclovir IV.

 

Apa yang harus dilakukan bila ibu hamil terserang cacar air ?

  • Ibu hamil yang terkena cacar air biasanya ditangani dengan obat antiviral acyclovir yang aman. Namun, jika kondisi ibu sudah parah, sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk mencegah komplikasi.
  • Konsumsi makanan bergizi agar daya tahan tubuh kuat dan efek dari serangan virus ini bisa diminimalkan. Bila daya tahan tubuh ibu kuat maka cacar air akan sembuh dengan sendirinya.
  • Lakukan USG untuk mengetahui kondisi janin .
Posted by admin   @   30 October 2011 0 comments
Tags : , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Previous Post
«
Next Post
»

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Leave a Comment with your Facebook
© 2011-2013 AnakIbu.com. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Design by Hary Purnomo (www.haryp.com)