Cara Menangani dan Mencegah Influenza pada Balita

Filed in Kesehatan anak 1 comments
Artikel ini
dipersembahkan
Oleh

Influenza atau biasa dikenal sebagai flu adalah penyakit yang sering menjangkiti balita. Penyebab dari influenza adalah virus dari kelompok RNA (asam ribonukleat). Influenza sangat mudah menular karena itu pisahkan anak yang sedang terinfeksi influenza dari anak-anak yang lain.

Pemberian antibiotic pada balita influenza tidak dapat menyembuhkan karena antibiotic tidak dapat membunuh virus. Jika daya tahan tubuh bagus, influenza akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu minggu,

Gejala influenza :
• Demam
• Batuk
• Pilek
• Sakit kepala
• Diare
• Muntah
• Kehilangan nafsu makan

Cara menangani bayi influenza
• Jika usia dibawah 3 bulan, segera bawa ke dokter
• Jemur bayi dipagi hari dengan posisi punggung menghadap matahari, tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut.
• Olesin dadanya dengan baby balsam tipis-tipis agar terasa hangat.
• Tidurkan bayi dalam posisi miring karena akan lebih memudahkan bayi untuk bernafas.
• Pastikan bayi mendapat cukup cairan. Bayi sebaiknya diberi ASI langsung dari ibunya karena gerakan bayi menghisap payudara ibu akan menutup saluran eustasius yang menghubungkan hidung dan telinga sehingga bakteri di hidung dan tenggorokan tidak menginfeksi telinga.
• Untuk mengatasi hidung tersumbat, keluarkan cairan didalam hidung dengan penguapan atau telungkupkan bayi dip aha lalu tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut, cara lainnya adalah dengan menyedot lender yang ada dalam hidung,
• Matikan AC dalam kamar
• Jauhkan bayi dari asap rokok dan udara kotor
• Jika demam lebih dari 38 derajat celcius beri obat penurun panas supaya tidak kejang dansegera bawa ke dokter.
• Jika dalam waktu satu minggu flu belum sembuh sebaiknya anak dibawa ke dokter untuk mendapat pengobatan yang tapat dan intensif karena virus influenza jika dibiarkan dapat menimbulkan peradangan di paru-paru ( pneumonia ).
• Untuk bayi usia 6 bulan keatas, letakkan sapu tangan yang telah ditetesi minyak kayu putih disamping bantalnya untuk membantu melegakan pernafasannya.
• Lakukan terapi inhalasi, minta petunjuk dokter agar dapat melakukan terapi ini di rumah sesuai dengan usia anak.

Sebaiknya terapi inhalasi tidak dilakukan dalam kondisi :
• Bayi baru selesai makan karena dikuatirkan bayi akan memuntahkan dahak beserta makanan yang baru dikonsumsinya.
• Batuk, pilek dan demam tinggi, sebaiknya demam diturunkan terlebih dahulu sebelum terapi.
• Memiliki riwayat gagal jantung ( untuk orang dewasa )
• Sedang mengkonsumsi obat erytromicin ( untuk dewasa ) karena terapi dapat menurunkan efektifitas obat.
• Sedang mengkonsumsi obat kortikosteroid

Cara mencegah balita dari influenza :
• Beri balita nutrisi dengan gizi seimbang supaya daya tahan tubuhnya bagus
• Sebaiknya bayi diberi ASI eksklusif
• Beri vaksin influenza saat bayi berusia 6 bulan dan dapat diulangi setiap tahun.

Posted by admin   @   13 January 2013 1 comments
Previous Post
«
Next Post
»

1 Comments

Comments
Trackbacks to this post.
Leave a Comment

Leave a Comment with your Facebook
© 2011-2013 AnakIbu.com. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Design by Hary Purnomo (www.haryp.com)