Membangun Kecerdasan Emosi pada Anak

Post image of Membangun Kecerdasan Emosi pada Anak
Filed in Anak , Pendidikan anak 0 comments
Artikel ini
dipersembahkan
Oleh

Dahulu, orang mengagung-agungkan kepandaian otak ( IQ ) sebagai kunci sukses. Namun menurut hasil penelitian para ahli  orang sukses tidak selalu jenius atau memiliki IQ tinggi dan orang yang memiliki IQ tinggi belum tentu sukses. Ada faktor lain yang menunjang kesuksesan seseorang diluar IQ yaitu EQ. EQ memiliki peranan yang lebih besar pada keberhasilan seseorang dibandingkan IQ. Orang yang mampu menggabungkan IQ dan EQ akan memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

Kecerdasan Emosi atau Emotional Quotation (EQ) adalah kemampuan untuk memahami gejolak emosi, kemampuan mengungkapkan perasaan secara benar, kemampuan untuk mengendalikan emosi, kemampuan untuk mengelola emosi dan kemampuan untuk mengerti keadaan yang dialami oleh orang lain ( empati ).

Tidak ada patokan resmi untuk mengukur tingkat EQ seseorang tetapi dampaknya dapat dirasakan baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Banyak ahli berpendapat kecerdasan emosi yang tinggi akan sangat berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup. Kecerdasan emosi terus berkembang dari lahir hingga tutup usia. Kecerdasan emosi tidak selalu berkaitan dengan tingkat pendidikan.

Kecerdasan emosi dibentuk sejak kecil karena itu orang tua memiliki peranan sangat penting dalam membangun kecerdasan emosi anak. Orang tua harus dapat membina, mengajar, membimbing dan memberi teladan. Bahkan ketika anak belum hadir ( prapembuahan / prakonsepsi ) orang tua sudah bisa mempersiapkan diri untuk membantu membangun kecerdasan emosi anak, yaitu dengan memiliki pandangan yang benar tentang kehadiran anak dalam keluarga. Orang tua yang tidak siap menerima kehadiran anak atau anak yang dikandung dalam kondisi emosi ibu yang labil, hubungan suami istri yang tidak harmonis, kecemasan, ketakutan akan berpengaruh pada kecerdasan emosi anak.

Bila orang tua sempat berencana menggugurkan kandungan karena satu dan lain hal tapi kemudian meneruskan kehamilannya dan mencintai anak yang dilahirkannya, terkadang tidak begitu saja menghapus luka batin yang ada pada anak tersebut. Hal ini bisa ditandai dengan hubungan anak orang tua yang tidak harmonis, anak suka memberontak, anak membenci orang tua. Bila hal ini tidak diselesaikan dengan baik, maka kecerdasan emosi anak akan terganggu. Anak umumnya jadi rendah diri, suka memberontak terhadap lingkungan, pemarah, tertutup, gelisah, tidak dapat mengendalikan emosi dll.

 

Unsur yang membangun kecerdasan emosi, yaitu:

  • Memahami diri sendiri

Kecerdasan emosi seseorang akan membantu anak tersebut untuk dapat menerima dirinya apa adanya. Nyaman dengan keadaan yang ada padanya. Hal ini membuat dia merasa percaya diri dan mampu menggali hal-hal yang baik dalam dirinya dan menerima hal-hal yang kurang baik.

  • Mampu mengelola emosi sendiri

Luapan emosi yang timbul tidak meledak-ledak dan tidak terkontrol tapi mampu disalurkan dengan benar sehingga emosi itu bisa membawa dampak positif bagi dirinya dan orang lain.

  • Memotivasi diri sendiri

Memiliki semangat yang tinggi untuk maju, untuk belajar, suka tantangan, suka hal-hal yang baru dan mampu mengembangkan potensinya dengan baik.

  • Kemampuan memahami masalah dan memecahkan masalah itu

Ketika menghadapi masalah anak mampu memahami penyebab dari masalah itu dan mampu mencari solusi sekalipun peran orang tua untuk membimbing tetap diperlukan.

  • Kemampuan beradaptasi

Mampu mengenali lingkungan sekitar dan menyesuaikan diri. Menjadi teman yang menyenangkan.

  • Memahami emosi orang lain ( empati )

Dapat mengerti dan merasakan apa yang terjadi pada anak lain. Hal ini membantu anak untuk menentukan sikap dalam suatu keadaan.

  • Mampu membina hubungan sosial

Kemampuannya beradaptasi dan berempati membuat seorang anak memiliki hubungan social yang baik diantara teman-temannya.

Posted by admin   @   17 October 2011 0 comments
Tags : , , , , , , , ,
Previous Post
«
Next Post
»

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Leave a Comment with your Facebook
© 2011-2013 AnakIbu.com. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Design by Hary Purnomo (www.haryp.com)