Bahaya Pneumonia pada Anak

Filed in Anak , Kesehatan anak 1 comments
Artikel ini
dipersembahkan
Oleh

Pneumonia adalah penyebab kematian nomer 3 di Indonesia setelah penyakit kardiovaskuler dan TBC. Pneumonia banyak menyerang balita karena daya tahan tubuh mereka belum sempurna. Menurut UNICEF dan WHO pneumonia adalah penyebab kematian tertinggi pada anak balita melebihi kematian karena campak, malaria dan AIDS.

Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan paru-paru meradang akibatnya kantong-kantong udara dalam paru dipenuhi oleh nanah dan cairan sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi berkurang. Kekurangan oksigen membuat sel-sel tubuh tidak bisa bekerja optimal sehingga dapat menyebabkan anak meninggal.

Pneumonia pada anak seringkali bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus ( bronchopneumonia). Gejala penyakit ini berupa napas cepat dan napas sesak, karean paru meradang secara mendadak.

Saat ini dikenal penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD), yg termasuk dalam penyakit IPD adalah pneumonia, meningitis ( radang otak ) dan infeksi darah ( bakteremia ). Pada pneumonia yang disebabkan oleh bakteri pneumokok, kerap menimbulkan komplikasi dan mengakibatkan penderita juga terkena meningitis atau bakteremia.

 

Pemicu terjadinya pneumonia pada anak :

  • Menurunnya daya tahan tubuh anak
  • Trauma pada paru-paru
  • Anastesia
  • Pengobatan dengan antibiotic yang tidak sempurna

 

Ada sekitar 30 penyebab infeksi pada paru-paru antara lain : bakteri, virus, mikroplasma (bentuk peralihan antara bakteri dan virus), jamur, berbagai senyawa kimia maupun partikel.

 

Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri

Bakteri yang paling banyak menyebabkan pneumonia adalah  Haemophilus Influenzae tipe B (Hib)  dan Streptococcus pneumonia yang  ada di kerongkongan manusia sehat. Saat pertahanan tubuh menurun karena sakit, usia tua, atau malnutrisi maka bakteri segera memperbanyak diri dan mengikuti aliran darah sampai ke paru-paru dan selaput otak. Akibatnya terjadi peradangan pada paru-paru ( pneumonia ) dan peradangan pada otak ( meningitis ).

 

Gejala pneumonia yang disebabkan oleh bakteri :

  • Sesak nafas
  • Demam
  • Nafas dan nadi cepat
  • Dahak seperti karet dan berwarna hijau
  • Bibir dan kuku membiru karena tubuh kekurangan oksigen
  • Pada kasus yang ekstrem anak akan mengigil, gigi bergemeletuk dan sakit dada,

 

Orang tua sering terlambat membawa anak ke dokter karena gejalanya  seperti batuk biasa. Sebaiknya jika anak mengalami panas tinggi dan batuk, segeralah dibawa ke dokter untuk dicari tahu penyebabnya.

 

Pneumonia yang disebabkan oleh virus

Setengah dari penyebab pneumonia anak adalah virus. Pneumonia yang disebabkan oleh virus umumnya tidak beitu berat dan dapat sembuh dengan cepat.  Namun jika infeksi terjadi bersamaan dengan infeksi virus influenza maka gangguan bisa berat dan dapat menyebabkan kematian.

 

Gejala pneumonia yang disebabkan oleh virus :

  • Demam
  • Batuk kering
  • Sakit kepala
  • Ngilu diseluruh tubuh
  • Letih lesu
  • Nafas menjadi sesak
  • Batuk hebat dan berlendir

 

 Pneumonia yang disebabkan oleh Mikoplasma
Pneumonia yang disebabkan oleh mikoplasma kadang disebut pneumonia yang tidak tipikal (Atypical Pneumonia). Mikoplasma tidak dapat digolongkan pada virus maupun bakteri sekalipun memiliki karakteristik dari keduanya.

 

 Gejala pneumonia yang disebabkan oleh mikoplasma :

  • Batuk berat dengan sedikit lender
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Lemah dan lesu

Pneumonia yang disebabkan oleh mikoplasma umumnya ringan. Pneumonia mikoplasma dapat menyerang siapa saja tapi paling sering terjadi pada remaja pria. Jumlah kematian yang disebabkan oleh pneumonia mikoplasma sangat rendah, bahkan jika tidak diobati sekalipun.

 

Pneumonia Jenis Lain :

  • Pneumocystitis Carinii pnumonia (PCP) yang diduga disebabkan oleh jamur, PCP biasanya menjadi tanda awal pada pengidap HIV/AIDS.
  • Pneumonia lain yang lebih jarang terjadi disebabkan oleh masuknya makanan, cairan, gas, debu maupun jamur. Rickettsia juga masuk golongan antara virus dan bakteri menyebabkan demam Rocky Mountain, demam Q, tipus, dan psittacosis.

 

Diagnosa pneumonia :

  • Pemeriksaan fisik
  • Rontgen ( ada bagian yang berwarna putih pada kiri dan kanan paru-paru )
  • Periksa darah ( jika ada peningkatan sel darah putih dengan dominasi netrofil maka pneumonia disebabkan infeksi bakteri. Bila peningkatan sel darah putih dengan dominasi limfosit maka sangat mungkin pneumonia disebabkan oleh virus. )
  • Jika pada pengujian dahak  terdeteksi bakteri atau jamur ( sulit dilakukan pada anak )

 

Sesak napas pada pneumonia berbeda dengan sesak nafas pada asma. Pada pneumonia, kesulitan napas terjadi pada saat anak menarik napas. Sedangkan pada asma kesulitannya terjadi saat anak mengeluarkan napas, bahkan terkadang bunyi ngik-ngik atau biasa disebut mengi.
Pengobatan yang biasa diberikan oleh dokter meliputi :

  • Obat penurun demam
  • Obat batuk
  • Obat pereda nyeri
  • Antibiotic  untuk pneumonia yang disebabkan oleh bakteri
  • Pola makan dengan gizi seimbang untuk mempercepat pemulihan
  • Istirahat yang cukup
  • Terapi oksigen
  • Terapi pernafasan
  • Pada pneumonia digunakan alat bantu ventilator

 

Efek samping yang ditimbulkan oleh pneumonia akut :

  • Ganguan pendengaran
  • Gangguan kecerdasan
  • Gangguan perkembangan motorik
  • Keterlambatan bicara

 

Jika anak terinfeksi pneumonia orang tua tidak perlu cemas karena jika segera ditangani dengan tepat, pneumonia pada anak dapat sembuh total dan hidup normal.
Pencegahan Pneumonia :

  • Pola makan dengan gizi yang seimbang
  • Lingkungan yang bersih
  • Memberikan ASI minimal 6 bulan pada bayi guna memastikan bayi mendapat gizi yang cukup dan dapat membangun kekebalan tubuh yang kuat.
  • Membiasakan anak untuk hidup bersih, tidak jajan sembarangan, mencuci tangan sebelum makan.
  • Vaksin IPD
  • Vaksin pneumokokus ( untuk melindungi tubuh dari Streptococcus pneumoniae)
  • Vaksin influenza
  • Vaksin Hib ( untuk melindungi tubuh dari Haemophilus influenzae type b).

 

Posted by admin   @   11 January 2013 1 comments
Tags : , , , , , , , , , , , , , ,
Previous Post
«
Next Post
»

1 Comments

Comments
Trackbacks to this post.
Leave a Comment

Leave a Comment with your Facebook
© 2011-2013 AnakIbu.com. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Design by Hary Purnomo (www.haryp.com)